Jumat, 19 Juli 2013

Mirror Reflection Effect- Photoshop Tutorial

Hey guys! Apa kabar? Wah bulan ini adalah bulanku yang paling produktif nih, udah ngepost kira-kira 4 postingan dan beberapa dari mereka adalah lantunan bait puisi. Maklum lah aku lagi ikut kompetisi puisi gitu. Kalau mau baca puisi buatan ku bisa di click link berikut..


Oh iya, kali ini aku pengen sharing tutorial nih. Jadi ceritanya *ekhem* ada temenku yang request untuk ngebuat tutorial Mirror Reflection Effect karena effect tersebut lagi mainstream banget dikalangan anak muda. Kalo kamu gak tau apa itu Mirror Reflection effect bisa dilihat gambar dibawah ini.


Nah, penasaran gimana cara buatnya? Mari kita mulai..

Kursi Tua


Bangun
Kau tersadar atau masih tenang tertidur?
Matamu terbuka, namun masih tertutup
Menerawang keadaan, aku dan kita

Kulihat kosong
Pupil hitam sibuk melukis putih yang memudar
Kelopak masih bergulir mengernyit

Apakah aku nyata?
Apakah kita benar adanya?
Penghirauan dibuang bagai ampas
Emosi membanting raga saling mengait lengan
Hanya sementara

Aku layaknya toko tua
Menari-nari ditengah terpaan hujan
Bulir demi bulir berjatuhan
Dipangkal kursi lapuk tempat berlabuh
Sementara, kau masih sibuk berlalu lalang

Rabu, 17 Juli 2013

Titik Temu


Malam, ialah waktu penghantar setiap rindu yang menggebu
Perlu kau tahu, aku hanya berpegang pada satu titik pacu
Khayalanku terlalu jauh, melambaikan harap semu
Namun walau begitu, aku akan tetap kagumi indahmu

Kapan kita bertemu?
Ah nampaknya kau juga tak peduli akan hadirku
Mungkin namaku saja kau tak tahu
Namun, ku ingin kau tahu bahwa namamu selalu terajut disetiap do'a ku

Aku selalu ingin menyapamu
Namun, entah mengapa suaraku tertahan, terpenjara
Mungkin karena aku lebih akrab dengan malu
Ia selalu ramah menyapa dan merangkulku terlebih dulu

Lagipula, siapa lah aku?
Mungkin, hanya seorang gadis perindu yang asing dihidupmu
Atau bahkan hanyalah debu yang tak pernah kau tahu adanya

Mimpi. Aku hanyalah bocah pemimpi
Mendekapmu itu inginku
Namun, apalah daya seorang pemimpi?
Waktu belum memberi kita restu tuk berbagi rindu bersama

Kini, kita sudah bertemu
Disuatu titik temu
Aku dan kau sedang menikmati kopi hangat disebuah kedai
Hanya saja kelak, dimasa depan yang entah kapan